Masalah Butterfly Keyboard yang Sempat Ditarik dari Peredaran oleh Apple

Masalah Butterfly Keyboard yang Sempat Ditarik dari Peredaran oleh Apple. iJOE Apple Service Surabaya adalah pusat service Apple di Surabaya yang khusus melayani perbaikan semua produk Apple seperti iPhone, iPad, MacBook, iMac

SNK17

3/31/20264 min read

Dunia teknologi memang nggak pernah lepas dari yang namanya eksperimen. Terkadang eksperimen itu membawa kita ke masa depan yang cerah tapi nggak jarang juga malah berakhir jadi drama berkepanjangan yang bikin pusing tujuh keliling. Salah satu drama paling ikonik dalam sejarah desain gadget adalah masalah butterfly keyboard milik Apple. Kalau kamu pengguna setia MacBook keluaran tahun 2015 sampai 2019 pasti kamu sudah nggak asing lagi dengan sensasi mengetik yang sangat tipis tapi penuh risiko ini. Mari kita bahas kenapa desain yang tadinya digadang-gadang sebagai masa depan ini justru berakhir ditarik dari peredaran dan digantikan kembali oleh desain lama.

Awal mulanya semua ini soal obsesi. Apple memang dikenal sebagai perusahaan yang sangat terobsesi dengan desain yang tipis ringan dan minimalis. Pada tahun 2015 mereka memperkenalkan mekanisme butterfly keyboard lewat MacBook 12 inci yang super ramping. Berbeda dengan mekanisme scissor atau gunting konvensional yang lebih tebal mekanisme butterfly ini berbentuk seperti sayap kupu-kupu yang terbuka. Keuntungannya adalah Apple bisa memangkas ketebalan laptop mereka sampai ke titik yang belum pernah ada sebelumnya. Selain itu Apple mengklaim kalau papan ketik ini jauh lebih stabil karena tekanan pada ujung tombol tetap akan membuat tombol turun secara merata.

Namun sayangnya ekspektasi nggak selamanya seindah realitas. Masalah mulai muncul nggak lama setelah produk ini sampai ke tangan konsumen. Karena desainnya yang sangat tipis jarak tekan atau travel distance tombol tersebut jadi sangat pendek. Rasanya kayak lagi ngetik di atas papan kayu yang keras banget. Buat sebagian orang ini mungkin Cuma soal selera tapi masalah sebenarnya jauh lebih dalam dari sekadar rasa nggak nyaman. Mekanisme ini ternyata punya kelemahan fatal pada daya tahannya terhadap kotoran sekecil apa pun.

Bayangkan saja kalau ada sebutir debu atau remah-remah biskuit yang terjatuh ke sela-sela tombol. Pada keyboard biasa kotoran itu mungkin Cuma bakal nyangkut sebentar dan bisa dibersihkan dengan gampang. Tapi pada butterfly keyboard kotoran sekecil pasir saja bisa bikin tombol jadi macet total atau justru mengetik dobel. Fenomena ini sering disebut dengan istilah double typing atau sticky keys. Kamu niatnya mau ngetik kata apel tapi yang muncul di layar malah aapppeell. Menyebalkan banget kan? Apalagi kalau kamu lagi dikejar deadline tugas atau kerjaan kantor yang menumpuk.

Masalah ini bukan Cuma terjadi pada satu atau dua unit saja tapi masif dialami oleh banyak pengguna di seluruh dunia. Apple sempat mencoba memperbaiki desain ini sampai tiga generasi. Mereka menambahkan lapisan silikon tipis di bawah tombol buat mencegah debu masuk tapi tetap saja masalah itu muncul lagi dan lagi. Akhirnya setelah bertahun-tahun menerima protes keras bahkan sampai ada tuntutan hukum dari para penggunanya Apple pun menyerah. Mereka resmi memensiunkan mekanisme butterfly dan kembali menggunakan magic keyboard dengan mekanisme scissor yang sudah disempurnakan pada tahun 2020.

Kegagalan butterfly keyboard ini jadi pelajaran berharga bahwa estetika nggak boleh mengalahkan fungsi dan ketahanan. Sebuah laptop premium dengan harga belasan bahkan puluhan juta rupiah seharusnya nggak gampang rusak Cuma karena urusan debu. Para pengguna MacBook pro dan air di masa itu benar-benar merasakan frustrasi yang luar biasa karena perbaikan keyboard ini nggak bisa dilakukan per tombol. Kalau ada satu tombol yang rusak teknisi biasanya harus mengganti seluruh bagian top case termasuk baterai dan trackpad karena komponennya yang menyatu. Biayanya? Tentu saja selangit kalau masa garansi kamu sudah habis.

Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Menur No.2 C, Airlangga, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60286, Indonesia.

Ingin berkonsultasi masalah produk apple anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut:

Nah buat kamu yang saat ini masih setia menggunakan MacBook dengan teknologi butterfly keyboard ini dan mulai merasakan gejala tombol macet atau ngetik sendiri jangan langsung panik atau malah berniat ganti laptop baru. Masalah ini sebenarnya masih bisa diatasi kalau ditangani oleh tangan yang tepat. Meskipun Apple sendiri sudah mengakui kegagalan desain ini bukan berarti MacBook kamu nggak punya masa depan lagi. Kamu butuh solusi yang praktis dan terpercaya tanpa harus menguras kantong terlalu dalam di pusat servis resmi yang prosedurnya terkadang ribet.

Di sinilah peran penting dari tempat servis spesialis yang paham betul luar dalam perangkat Apple seperti iJOE Apple Service. Mereka sudah sangat berpengalaman menghadapi kasus butterfly keyboard yang rewel ini. Di iJOE Apple Service laptop kesayangan kamu bakal ditangani dengan sangat hati-hati oleh teknisi yang memang sudah khatam soal anatomi MacBook. Mereka punya peralatan khusus buat membersihkan sela-sela keyboard yang super sempit itu tanpa merusak komponen lainnya. Kalau memang kerusakannya sudah parah dan harus ganti part mereka juga menyediakan suku cadang berkualitas dengan harga yang jauh lebih masuk akal.

Menariknya servis di iJOE Apple Service itu suasananya santai banget. Kamu bisa konsultasi dulu soal masalah MacBook kamu sambil ngobrol ringan bareng teknisinya. Mereka bakal kasih penjelasan yang jujur apakah keyboard kamu Cuma butuh dibersihkan secara mendalam atau memang sudah waktunya ganti unit keyboard. Transparansi kayak gini yang bikin banyak pengguna Apple betah buat balik lagi ke sana. Nggak ada ceritanya kamu ditakut-takuti dengan biaya tambahan yang nggak perlu. Semua dikerjakan secara profesional demi mengembalikan kenyamanan mengetik kamu seperti sedia kala.

Selain urusan servis sebenarnya ada beberapa tips simpel buat kamu para pemilik MacBook butterfly keyboard supaya perangkatnya tetap awet. Pertama hindari banget yang namanya makan di depan laptop. Remah-remah makanan itu adalah musuh nomor satu buat mekanisme ini. Kedua usahakan buat selalu menutup laptop saat nggak dipakai supaya debu nggak masuk ke sela tombol. Ketiga kamu bisa pakai pelindung keyboard atau skin silikon kalau kamu memang bekerja di lingkungan yang agak berdebu meskipun ini sedikit mengubah rasa ngetik kamu jadi lebih lembek.

Kalau dipikir-pikir lagi sejarah butterfly keyboard ini memang penuh lika-liku ya. Dari yang awalnya dianggap sebagai inovasi revolusioner sampai akhirnya ditarik dari peredaran karena dianggap produk gagal secara desain. Tapi itulah dunia teknologi yang selalu dinamis. Sekarang MacBook seri terbaru sudah jauh lebih nyaman dipakai ngetik dengan tombol yang lebih empuk dan tahan banting. Buat kamu yang masih bertahan dengan generasi lama jangan berkecil hati karena dukungan teknis dari tempat seperti iJOE Apple Service selalu ada buat menjaga produktivitas kamu tetap jalan terus.

Kesimpulannya desain butterfly keyboard adalah bukti kalau Apple berani ambil risiko demi mencapai kesempurnaan bentuk meskipun kali ini mereka harus mengakui kesalahan. Buat kita para pengguna kejadian ini jadi pengingat buat lebih peduli sama kebersihan gadget kita. Jangan biarkan debu kecil menghambat pekerjaan besar kamu. Kalau MacBook kamu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda lelah pada keyboardnya langsung saja cari bantuan profesional. Tetap produktif tetap semangat dan pastikan perangkat Apple kamu selalu dalam kondisi prima agar bisa menemani setiap langkah kreatif kamu setiap hari. Akhir kata semoga bahasan soal keyboard kupu-kupu ini bisa menambah wawasan kamu soal kenapa gadget kesayangan kita kadang punya cerita unik di balik pembuatannya. Sampai jumpa di artikel seru lainnya dan jangan lupa buat selalu sayang sama MacBook kamu ya.