Benarkah iPhone Lebih Aman dari Malware Dibanding Android?
Benarkah iPhone Lebih Aman dari Malware Dibanding Android?. iJOE Apple Service Surabaya adalah pusat service Apple di Surabaya yang khusus melayani perbaikan semua produk Apple seperti iPhone, iPad, MacBook, iMac
SNK17
2/2/20263 min read
Pertanyaan soal keamanan iPhone dan Android hampir selalu muncul setiap tahun, apalagi ketika berita tentang kebocoran data atau aplikasi berbahaya ramai dibicarakan di media sosial. Banyak orang percaya iPhone jauh lebih aman dari malware dibanding Android. Tapi apakah anggapan itu benar sepenuhnya atau hanya sekadar citra yang dibangun selama bertahun-tahun?
Untuk menjawabnya, kita perlu melihat bagaimana kedua sistem operasi ini dirancang, bagaimana ekosistem aplikasinya bekerja, serta kebiasaan pengguna yang sering kali jadi faktor penentu utama.
iPhone sejak awal dikembangkan dengan pendekatan ekosistem tertutup. Apple mengontrol hampir semua aspek, mulai dari perangkat keras, sistem operasi, hingga distribusi aplikasi. Aplikasi resmi hanya bisa diunduh melalui App Store, dan setiap aplikasi harus melewati proses peninjauan yang cukup ketat. Hal ini membuat peluang masuknya aplikasi berbahaya menjadi lebih kecil.
Selain itu, Apple menerapkan sistem sandbox yang membatasi ruang gerak aplikasi. Setiap aplikasi berjalan di lingkungannya sendiri dan tidak bisa sembarangan mengakses data aplikasi lain atau sistem inti. Jika ada satu aplikasi bermasalah, dampaknya biasanya tidak langsung menyebar ke seluruh sistem. Inilah salah satu alasan mengapa malware di iPhone jarang terdengar.
Apple juga dikenal cukup cepat dalam merilis pembaruan keamanan. Ketika celah keamanan ditemukan, update iOS biasanya langsung tersedia untuk banyak model iPhone sekaligus. Pengguna tidak perlu menunggu persetujuan operator atau produsen lain. Konsistensi update ini membuat perangkat iPhone relatif selalu berada di versi sistem yang aman.
Di sisi lain, Android sering dianggap lebih rentan. Sistem ini bersifat lebih terbuka dan digunakan oleh banyak produsen dengan pendekatan yang berbeda-beda. Pengguna Android bisa mengunduh aplikasi dari berbagai sumber, tidak hanya dari Play Store. Fleksibilitas ini memang menyenangkan, tapi juga membuka peluang masuknya aplikasi berbahaya jika pengguna tidak berhati-hati.
Namun, menyebut Android tidak aman juga tidak sepenuhnya adil. Google dalam beberapa tahun terakhir melakukan banyak peningkatan di sisi keamanan. Play Protect misalnya, secara rutin memindai aplikasi yang terpasang di perangkat. Android juga memiliki sistem izin aplikasi yang semakin detail, sehingga pengguna bisa mengontrol akses kamera, mikrofon, lokasi, dan data pribadi lainnya.
Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Menur No.2 C, Airlangga, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60286, Indonesia.
Ingin berkonsultasi masalah produk apple anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut:
Whatsapp:0811-3308-355
Google Bisnis : iJOE Service Apple Surabaya
Instagram : @ijoe.surabaya
TikTok :@ijoe.surabaya
HomePage : iJOE Apple Service
Masalah utama Android sering kali bukan pada sistemnya, melainkan pada fragmentasi dan kebiasaan pengguna. Banyak perangkat Android tidak mendapatkan update keamanan secara rutin, terutama di kelas menengah ke bawah. Selain itu, sebagian pengguna masih suka mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, tergiur fitur gratis atau versi modifikasi, tanpa memikirkan risikonya.
Jika berbicara soal jumlah malware, memang Android lebih sering menjadi target. Alasannya sederhana, jumlah pengguna Android jauh lebih besar secara global. Bagi pembuat malware, ini berarti peluang korban juga lebih banyak. Jadi tingginya kasus malware di Android tidak selalu berarti sistemnya lebih buruk, tetapi karena targetnya lebih luas.
Sementara itu, iPhone juga bukan tanpa celah. Kasus spyware tingkat tinggi yang menargetkan pengguna tertentu pernah terjadi. Meski jarang dan biasanya menyasar tokoh penting, hal ini membuktikan bahwa iOS bukan sistem yang kebal seratus persen. Hanya saja, serangan seperti ini membutuhkan sumber daya besar dan tidak umum terjadi pada pengguna biasa.
Perlu dipahami juga bahwa malware modern tidak selalu berbentuk virus yang merusak sistem. Banyak ancaman datang dalam bentuk pencurian data, pelacakan, atau aplikasi yang memanfaatkan kelengahan pengguna. Di sinilah peran pengguna menjadi sangat penting, baik di iPhone maupun Android.
Pengguna iPhone yang sembarangan mengklik tautan phishing, menggunakan kata sandi lemah, atau membagikan kode verifikasi tetap bisa menjadi korban kejahatan digital. Begitu juga pengguna Android yang rajin update sistem dan hanya mengunduh aplikasi dari sumber tepercaya bisa menggunakan perangkatnya dengan aman tanpa masalah berarti.
Jadi, benarkah iPhone lebih aman dari malware dibanding Android? Jawabannya adalah ya dalam konteks tertentu, terutama untuk pengguna awam yang ingin sistem dengan proteksi ketat dan minim pengaturan. iPhone menawarkan pengalaman yang lebih terkontrol dan konsisten dalam hal keamanan.
Namun, Android bukan berarti pilihan yang berbahaya. Dengan pengaturan yang tepat dan kebiasaan digital yang baik, Android juga bisa sangat aman. Bahkan bagi pengguna yang paham teknologi, fleksibilitas Android justru bisa menjadi keunggulan tanpa harus mengorbankan keamanan.
Pada akhirnya, keamanan smartphone tidak hanya ditentukan oleh logo di belakang perangkat, tetapi juga oleh bagaimana kita menggunakannya. Sistem seaman apa pun tetap bisa ditembus jika penggunanya lengah. Sebaliknya, sistem yang sering dianggap rentan bisa tetap aman jika digunakan dengan bijak.
Daripada sibuk memperdebatkan mana yang lebih aman, mungkin pertanyaan yang lebih relevan adalah seberapa sadar kita terhadap keamanan digital sehari-hari. Karena di era sekarang, ancaman tidak memilih platform, tapi memilih korban yang paling lengah.
© 2020. iJOE All rights reserved.
